Cinta yang terlarang?

Pagi itu agak dingin tapi cuaca tidak mendung, sisa embun masih menemani dinginnya pagi menyelesaikan tugasnya, membuat mahluk bergulung dalam selimutnya erat, sejak enam pagi aku sendirian menuju lapangan stadion dikotaku buat olah raga berjalan kaki. Minggu itu cukup banyak orang sudah disana tapi masih samar samar belum ada yang kukenal. Setelah tujuh putaran aku berkeliling mulai terasa lelah keringat mulai membasah badanku,suasanapun sudah agak terang sedikit, aku berniat berhenti dulu di hall tempat biasanya orang istirahat sebentar. Belum ada orang disitu kecuali satu orang yang sedang duduk dengan berkeringat juga tapi kayak setengah ngelamun ini orang pikirku.Ehh.. ga taunya pak Ahmad temanku.
Spontan saja aku menyapa," Assalamualaikum Pak Ahmad". Dia kelihatannya setengah terkejut sambil memikir siapa ya kira kira begitu analisaku. " Mas Tomo, pak!", kataku." O, pak Tomo, sini pak kebetulan", katanya. Pak Ahmad ini hampir sebaya denganku beda dua tahunan paling, dia sekitar tiga tujuhan.Orangnya sebenarnya energik tampang orang pintarlah, rambutnya kumisnya teratur terurus rapi, raut wajah tampak lebih muda dibanding umurnya, tapi kok kayak loyo?," Sudah lama ga ketemu pak," kataku. " Ya, padahal kita sekota, mari sini pak istirahatnya." dia sambil berdiri menjemputku.
" Apakabar pak, apa juga kabar keluarga?" tanyaku. " Alhamdulillah, barokah, salam salam " katanya. " Alaika wa alaihimussalam" jawabku." Bagaimana pak sepertinya sedang ada yang dipikir, bisnis besar nih"
kumulai pembicaraan yang tadi tertunda didalam hatiku.Pak Ahmad ini kira kira tiga empat tahun terakhir mengalami perubahan yang menurutku derastis lah. Yang tadinya kalau boleh kubilang kehidupannya amburadul. Bagaimana tidak, kalau versiku, dia tidak mengenal mahrom bukan mahrom bergaul sama siapa saja. Pulang kantor tidak langsung kerumah ngelayap kemana mana, maklum banyak yang ngajak. Yah punya segalanya, berkecukupanlah. Dalam petualangan hidupnya itu entah apa asul usulnya, dia banyak tanya ini tanya itu tentang bagaimana cara ibadah yang benar. Aku lugu saja, jawab seadanya tanpa rasa beban atau pertimbangan apapun. Lama tak jumpa, dia sudah solat pulang kantor langsung kerumah, ucapannya selalu alhamduliillah astagfirulah sambil berjabatan tangan bila bertemu. "Wah ini pas bener, dengan dalil" dalam hati aku ngeduman eh ngomong sendiri tapi dalam hati..... " pak Ahmad atas pertanyaanku tadi bilang, " aah bukan bisnis pak Tomo", tapi diam lagi seperti ragu ragu mau meneruskan. Kemudian katanya, "
Allah itu maha bener pak Tomo, bahwa siapapun yang sudah menyatakan dirinya beriman padaNya pasti akan dicoba". "O iya pasti itu" aku menguatkan seperti disebutkan firman Allah "ahasiba alnnaasu an yutrakuu an yaquuluu aamannaa wahum laa yuftanuuna" [Q 29:2],
Adakah menyangka manusia jika dibiarkan, jika ada dia mengatakan 'iman kami' (Allah, terus) dia tidak dicoba?
"walaqad fatannaa alladziina min qablihim falaya'lamanna allaahu alladziina shadaquu walaya'lamanna alkaadzibiina" [Q 29:3]
Sungguh aku (Allah) telah mencoba orang orang sebelum kamu ( yang menyatakan iman ), maka niscaya aku (Allah) mengetahui mana orang orang yang benar dan mana orang orang yang dusta.
"Ya, pak", katanya, "bahkan iblispun ambil peranan untuk menyesatkan kita", katanya melanjutkan. "Iblis mengiming imingi kita segala kesenangan yang melupakan larangan Allah dan RasulNya, tapi ketika kita sudah berbuat pelanggaran dia mendramatisir kesalahan kesalahan kita, sehingga rasanya kita mau menghabisi hidup saja".......sejenak menatap kebawah " Seperti apa yang  kurasakan pak , saya ini sudah melakukan 'cinta yang terlarang', katanya lirih.......Duduknya agak melorot kedua tangannya dibelakang kepala menerawang keatas. " Saya tak tahu harus melakukan apa". Kubiarkan dia dengan pikirannya dan perasaannya.
"Awalnya biasa biasa saja", dia meneruskan, "sebagai atasan dimintai pendapat anak buah, apa yang bisa kumengerti kusampaikan, tanpa kuperhatikan wajahnya apakah ada manfaat buat dia atau tidak dan inipun kulakukan kepada semua anak buahku laki laki atau perempuan. Tidak jarang mereka menanyakan hal hal diluar arena pekerjaan, urusan keluarga misalnya.Cuma aku berusaha meluruskan kalau mereka bicara kearah "ngrasani". " Sebab aku sudah tahu kalau ngerasani itu akan menghilangkan amalan kita, bahkan kita menerima dosanya orang yang kita rasani.Suatu hari aku mendapat anak buah baru, pindahan asalnya sekertarisnya seorang pimpinan. Tau sendirilah sekertaris, pakaian dan segalanya glamour kayak seleberitis saja, pokoknya wah. Itu tamu silih berganti, bayangkan itu ada diruanganku yang tadinya tidak seperti itu. Aku tak bisa menolak karena perintah atasan. Padahal suaminya ada, bekerja di suatu perusahaan negara,
anaknya sudah dua orang.Aku tahu juga kehidupan bekas sekretaris ini bagaimana diluar bagaimana dirumahnya, aku kenal dengan orang tuanya karena sepengajian seperti aku walau beda daerah.Orang tuanya pernah cerita bagaimana agar anaknya ini bisalah dapat hidayah.Kehadirannya dibagianku membuat suasana berubah. Entah kenapa anak anak buahku saling cemburu. Alasan belajar, macam macam saja alasannya agar bicara padaku. Suatu hari dia menanyakan kenapa orang harus solat, apa manfaatnya, bagaimana caranya. Aku katakan Hesti nama panggilanya, kamu sudah menikahkan? Waktu menikah pengantin disuruh baca syahadat tidak? "Syahadat". "Kamu membaca  syahadatkan?". Iya, sudah lupa, katanya, masyaAllah aku ngomong dalam hati. Aku tegaskan syahadat itu kita orang Islam ini mengaku menjadi saksi ' bahwa tidak ada Tuhan kecuali hanya Allah dan Muhammad itu Utusannya Allah'. Sekarang bagaimana hukumnya kalau didunia orang bersaksi palsu didunia? dihukumkan!? Betul tidak?! 'Ya', katanya. Begitu juga dengan hukum Allah. Kalau dunia, orang akan dimasukkan ke penjara, tapi kalau hukum Allah orang dimasukkan ke Neraka, Mau? tanyaku.
'Tentu tidak, pak' jawabnya pelan sampai hampir tak kedengaran."Lagi pula bagaimana kamu bersaksi Tidak ada tuhan melainkan Allah, memang kamu pernah lihat Allah? dan bagaimana pula kamu tahu Muhammad itu rasulNya Allah, kan belum pernah bertemu , dia beliau sudah wafat lagi? 'Hee kataku, ya itu aplikasinya bagaimana, maka itulah satu satunya ummat Islam hukumnya 'Wajib' mengkaji AlQuran nya dan Sunnahnya. Itu akan ditanya nanti kalau kembali kepada Allah!Setelah mengkaji itulah kita baru bisa mengatakan bahwa tidak ada tuhan melainkan Allah dan Nabi SAW adalah utusanNya.Akan ketahuan nanti orang itu bakal beriman atau tidak. Ciri cirinya seperti di firmankan Allah , "faman yuridi allaahu an yahdiyahu yasyrah shadrahu lil-islaami waman yurid an yudhillahu yaj'al shadrahu dhayyiqan harajan ka-annamaa yashsha''adu fii alssamaa-i kadzaalika yaj'alu allaahu alrrijsa 'alaa alladziina laa yu/minuuna."
Maka barangsiapa yang menghendaki Allah mendapat hidayahnya, - Dia melapangkan dadanya untuk Islam; - Dan barangsiapa menghendaki Allah tersesat, menjadikan Allah  dada mereka sempit , seolah-olah mereka disuruh naik ke langit: Demikianlah menjadikan Allah hukuman pada mereka yang tidak mau iman (Q 6:125 ) Paham? kataku."
 Apakah mengena nasihatku atau tidak dia tunduk diam seketika, kemudian bilang terima kasih pak nasihatnya sambil tanganku disambar diciumnya, lalu kembali ketempat duduknya.Karuan saja aku merasa berdosa."
" Lha itu kan bukan salah pak Ahmad, kalau pak Ahmad yang minta lain soal ,bapak tinggal istigfar yang banyak pada Allah Swt sambil minta perlindungan dariNya".
"Ceritanya gak berenti sampai disitu pak Tomo, hari hari berikutnya, nyata benar, yang tadinya dia kalau istilah saya seperti orang binal, sekarang sudah tidak lagi. Entah dari mana dia belajar sekarang ikut solat. Yang tadinya merasa paling hebat diruangan sekarang sudah menyusuaikan diri. Tapi tetap saja dia cari cari perhatianku. Sampai suatu ketika pulang kerja , tiba tiba dia ada di jalan mencegat mobilku. Aku kaget. 'lha kok disini', mobilmu kemana?, mogok katanya. Aku tak tau lagi harus bagaimana, tiba tiba dia sudah ada disampingku. wah, saya mau pulang , istri saya menunggu, kataku. Tidak pak, bapak tolong antar saya, kalau tidak saya mau berteriak saja. "Kenapa kamu'. saya butuh nasihat bapak yang banyak", tapi kok begini!' Tak tanggung tanggung dia mnyandarkan bahunya kebahuku', sampai akhirnya ke bengkel mobilnya, setelah berputar putar ga karuan."
"Kelakuannya nurut saja tapi tidak paham menurutku. Ketika dia datang lagi keruanganku kucoba memberi saran padanya 'Hesti kamu sudah banyak tahu tentang agama, cobalah tingkatkan biar paham'. 'Maksud bapak'. Ya kamu solat memakai mukena, setelah solat kamu buka lagi. Itu maksudnya apa pakai mukena. Bukankah itu artinya masaalah aurot wanita. Langsung saja dia menyambar paham arahnya. ' Maksud bapak saya harusnya pakai jilbab'. Yaa sepanjang kamu sudah mampu. 'Tapi bapak kan tau saya seperti ini, tiba tiba berjilbab, apa kata orang, ga nganeh nganehi'. ' 'Begini saja' kukatakan. ' Syukur pada Allah sudah bisa sedikit ibadah sambil minta ampunan yang banyak pada Allah lewat naik haji. Sepulangnya kamu bisa berjilbab, dan orang tidak akan heran, karena kamu sudah naik haji. 'Bagaimana?!'
 "Pak Tomo tau ga, sekarang dia sudah naik haji dan sekarang sudah berjilbab, bayangkan, apa yang ada niat dihatinya. Saya semakin kasihan padanya, atau apa.Saya tak bisa membayangkan bagaimana suaminya bagaimana anak anaknya, kalau tahu ini semua"
"Maka itu pak Tomo tadi saya ngelamun, apa yang saya harus lakukan.'
"Kita juga sama gak tau apa niat seseorang pak Ahmad, hanya Allah yang tahu, tapi husdonbillah dulu saja, menurut saya. Kemudian masalah ini bagaimanapun secara agama pelanggaran, walau menurut pendapat manusia baik.
Saya khawatir 'kasihan' bapak itu akan menjelma menjadi sayang, dan segera berobah menjadi cinta. Dan dengan akal bulusnya syaiton bapak akan bisa terjerumus pada 'cinta yang terlarang'. Kalau saya lebih baik, pak Ahmad minta pindah tugas dulu jauh dikota yang lain, kalau bisa, jauh misalnya kota di paling ujung negeri ini, kalau sudah berhasil, jangan sampai ada komunikasi apa apa, sampai waktu yang menentukan segalanya". Nah, Pak Ahmad, sekarang sudah agak terang, saya pamit, sampai ketemu lagi". Sambil berjabat tangan " assalamu alaikum, salam salam", kataku. " Wa alaikum salam warahmatullah wabaratuh", " Terimakasih pak nasehatnya, alhamdulillah jazakallahukhoiro, salam juga untuk ibu, pak dan anak anak " katanya

Besok bulan puasa, kayaknya hati ini, mungkin semua ummat Islam sedang siap siap menghadapi bulan suci, untuk lebih dekat keharibaan Illahi Rabbi. Aku pulang biasa, dengan angan angan akan mengkondisikan keluarga menghadapi Ramadhon yang Berkah. Aku keluar mobil agak bergegas, hati senang, ingin ketemu anak istri tercinta," Assalamualaikum" papa pulang....( sambil berdoa) Bismillahi waladzna, wa bismillahi kharojna, wa ala robbina tawakalna. "Paaaah ada surat".Si kecil berteriak menyambut aku. Kubaca, " pak Tomo aku sudah ada di Ternate sekarang....., mataku tak terasa panas ada yang tergenang kuseka..... Mudah mudahan Allah pareng barokah pak Ahmad.....

Wireless PresenterVideo Kamera

No comments:

Post a Comment