Penyelamatan Sinta

Allah Rasul mengingatkan pada orang beriman, ketika seorang wanita keluar rumah, maka syaiton ikut mengaraknya kemanapun dia pergi. Mengiming ngimingi orang laki laki yang melihatnya, sehingga wanita yang tadinya tidak cantik saja dimata orang menjadi kelihatannya cantik jelita,
biar itu di mata laki laki "baik baik" apalagi laki laki mata keranjang. Tindakan berikutnya dengan ulah si syaitan , si laki laki akan berubah menjadi berani menggoda atau melecehkan perempuan itu, sayangnya manusia mau yakin kalau bisa melihatnya. Padahal mata manusia diciptakan Allah untuk lihat dunia, lihat duit umpamanya.
Sayangnya lagi manusia yang mengaku beragama ini tidak menggunakan buku tuntunannya yang diyakininya sendiri  yang berasal dari Allah dan Rasulnya seperti Alquran dan Alhadist untuk Muslim. Dari sanalah sumbernya, agar kita dapat selamat dari jeratan syaitan. Aneh tapi nyata , kalau buku buku lain se lemari sak kamar bahkan sak rumah banyaknya, dibaca habis, sampai kepala nya beruban putih, bahkan gundul plontos karena kepalanya kewalahan menahan tumbuhnya rambut karena sudah dipakai membaca buku buku diluar yang pokok dari Allah Swt.
Peringatan ini sudah disampaikan empat belas abad yang lalu. Dapat dibayangkan sekarang, semua perempuan yang keluar rumah pasti dandanannya habis habisan. Dengan peralatan modern dan hasil making up menjadilah siwanita menjadi cantik, walau hanya pulasan belaka. Hukum itu tidak akan berobah sampai kiamat, walaupun manusia mencari pembenaran bahwa wanita jaman sekarang ikut mencari makan menunjang ekonomi keluarga, atau alasan lain sebagai wanita karir. Jangan heran bila setiap hari manusia disibukkan mendengar, melihat , berita berita kriminal pelecehan, perkosaan, pembunuhan terhadap wanita.

Begitu juga cerita yang  pernah jadi tetangga, gadisnya menghilang tidak pulang kerumah. Ditunggu sampai malam tidak muncul sampai pagi tak muncul. Keluarga pastilah gelagapan kemana mau dicari, itu kalau keluarganya ada. Kalau gadisnya kuliah atau kerja nun jauh dari kota sendiri atau kampung halaman sendiri, siapa yang tahu, apa jadinya.

Ini juga terjadi pada Sinta istri Andri paras cantik, lembut, dapat dipercaya bisa menjaga diri. Banyak laki laki tergila padanya. Apalagi terlalu baik terlalu percaya sama siapapun. Tapi apa mau dikata, biar dikata bisa menjaga diri, bila ayat ayat Allah sedang berlaku terhadap dirinya, tetap saja tak berdaya melawan hawa nafsu angkara murka manusia yang tergoda.


Di kantor Andri sedang kedatangan tamu wanita, pengusaha sukses kaya yang mencoba melobi Andri untuk kerjasama bisnis. Tapi wanita ini gelagatnya lebih dari itu, kayaknya sedang tergila gila dengan Andri padahal dia sudah tahu kalau Andri sudah beristri. Dia menjanjikan modal berapa saja yang dibutuhkan Andri untuk mengelola bisnis baru yang mereka rencanakan berdua.Dan terus merayu dengan segala cara agar Andri selalu dekat dengannya. " Nuni, gue kan sudah ada Sinta, jangan begitu ah, kita kan temen dari dulu"


Waktunya Andri pulang sebagaimana biasanya. Tapi kali ini ia tidak menemukan senyum dari istri tercinta. Istrinya tak mucul menyambut dia sebagaimana biasanya..........................
Sinta lenyap tak pulang kerumah, tak ada yang tahu kemana  arah rimbanya. 
Kayak monyet kebakaran jenggot, Andri pun uring uringan tak tahu apa yang harus dibuat. Kemana dicari bini yang dicintai, cantik lagi, baik hati lagi. Telpon genggamnya berdering gak kedengaran, telpon rumah krang kring krong cuma dipeloti, seperti orang kesurupan ga sadar. Kucing gedubrak diatas  mejanya jatuh ga berhasil menangkap cikcak di dinding, sampai air minumnya tumpah , baru sadar dan baru kedengaran HP nya berbunyi ada panggilan.
Sebenarnya Andri orangnya gaul, gigih, percaya diri dan santun. Cuma suka ngegombal. Tapi kali ini seperti bukan si Andri lagi, tapi si orang bingung saja.
"Hallo", Andri menjawab telponnya. " Kalau kamu mau istrimu kembali utuh siapkan uang 5 milyar besok pagi jam 10 dalam koper merah letakkan dalam gerobak sampah di jalan padayungan.". " Hei Siapa kamu, kalau bener mana istri saya?" " Aauuuuwww tolong Mas " " Jangan coba coba kamu lapor polisi, kalau kamu mau hidup. Istrimu cantik  Ha... ha... ha...", suara di ujung telpon. Hubunganpun terputus.
Keluar juga naluri laki lakinya mendengar suara istrinya menjerit, Andri menggebrak mejanya sendiri, berantakanlah seisinya.
Jangan ditanya lagi kalau cintanya pada istrinya Sinta yang baru satu tahun dinikahinya , tentu rela mengorbankan apapun untuk mendapatkan istrinya. 

Punya temen si azis untuk minta bantuan dalam  penyelamatan sinta, cuma penakut, tapi setia loyal, apapun kata Andri dia ikut saja. " Ah telpon aja'
"Zis" bini gue diculik, bantu gue". " Biar aja, lho cari lain lagi". Lho gile Zis, gue kagak sedang bercanda".Penyelamatan Sinta
"Apa gue ga jelas, gue kerumah lhu, tunggu"

Si penampilan gembel awut awutan rambut sebelah entah kemana, kaos blong bluring celana pendek setengah jean dengan ujung ujung berumbai kaya bulu kambing kena air, mulut menyot dengan kumis beberapa lembar disana sini ikut merasakan susahnya teman, Azis tanya " bagaimana lho tau diculik segala". " Ceritanya panjang nih. Sekarang mikirin uang dulu lima milyar bagaimana mencarinya besok jam 10 harus ada, bagaimana saran  lho. Kira kira siapa yang punya ulah menculik bini gue". " Lho kok repot , lapor polosi beres." " Gila lho mau mati bini gue dan gue". " Zis yang bener otak lho berlian sedikit kali". Iye, soal uang lho kerumah Nuni aje , urus rayu dengan die, Gue mau minta bantuan si Isul sambil cari informasi", Yok kita jalan"


Rawno si penculik sedang manakut nakuti Sinta. "Lebih baik lho mau kawin dengan gue, gue cinta sama lho, apa yang lhu mau gue penuhi, bahkan jiwa gue buat lho. Istana, lamborghini, kapal pesiar sudah tersedia semua milik mu. Tapi kalau kamu gak mau,  lu gue perkosa, gue antrrin anak buah gue tuh, gue cincang dalam karung, si Andri laki lu, gue cacah buat sarapan hiu gue"

Sinta seperti dikasi ilham, memang raut muka yang suka sayang penolong, tenang , seperti takutnya jadi hilang, malah ganti merayu, mengasi kode supaya sumpelan mulutnya dibuka,.... " Mas No, kalau kamu suka pada saya, mengapa saya diperlakukan seperti ini diikat, di sumpeli, apa tidak ada cara lain yang lebih bermartabat", sinta melanjutkan, " apa mas No kurang yakin kegagahan yang mas miliki, punya ilmu kanuragan yang hebat, kaya raya,  semua orang tau, anak buah banyak". "Maksud kamu apa".
"Andri tentu tidak tinggal diam, sekarang ujudkan dulu permintaan yang tadi, agar dia menyediakan uang lima milyar. agar kelihatan seperti yang dicari uang, bukan karena saya. Dia keluar, habisi dia , uangnya bawa lumayan buat tambahan mas kawin."



Sementara Andri kerumah Nuni. Dia langsung saja mengarah pintu yang sedang terbuka. Dia terhenti mendengar Nuni lagi terima telpon sambil ketawa terkakak kakak lebar. "Mas No habisi saja dia, santapan enak. Apa? Dia mau menyerah sama mas  No? Mana ada Andri punya segitu. Oh bagus nanti saya atur"
Andri mendengar semua percakapan, dia pura pura tidak tau dan mengetuk pintu. "Oh mas Andri, tumben, jadi bisnis kita?" Nuni menyambut.



"Muka lho kayak ikan pesut kesamber tali pancing, ada apa Zis". Ga, gue kasian Andri, Sinta ga pulang ga ada kabar" . "Lha gue lihat dia naik mobil bertiga dengan Rawno pulang kantor tadi sore ,waktu dia mencegat taksi, gue pas lewat juga. "Hah masa iye Rawno sih?" Azis dalam hati.
Sebenarnya Isul diam diam mencintai Sinta dan ingin menyingkirkan Andre. Namun mendengar berita dari Aziz , dia tidak rela Rawno menculik Sinta. 
"Wah, kita harus pura pura bertamu ke rumah Rawno nih, cari informasi!". "Lah lo mau kerumah Rawno yang dimana, kalau bener, emang dia goblok" kata Azis. " Setidaknya salah satu kita telah kita sisir.". " OK deh"
"Lho bantu dengan cara lho, kita saling kontak, gue mau cari temen geu di dekat situ", kata Azis

Dijalan Azis mengontak Andri, " Dri si Rawno, Isul lihat tadi sore saksi lihat di dihampiri mobil Rawno"

Dasar Isul sifatnya licik , usil suka provokasi, tau aja jalan pikiran orang ga bener. "Nuni,ini Isul,  kamu kan anak buahnya Rawno kan, gue tahu, Lho sedang apa?". "Sedang sama Andri, bisnis". " Lhah lho naksir Andri, gitu, pura pura ame gue, ga ape ape, gue dukung, jangan ragu terusin, nih temen! OK, dimana Rawno sekarang, gue perlu ame die, penting". " Oh dia sedang dikapal pesiarnya di Jakut, ga bisa diganggu kali"

Andri berusaha merekam pembicaraan, menganalisa, 'pasti Rawno ada di Jakut di kapal pesiarnya, tentu Sinta ada disitu, duh mudah mudahan selamat'

Setelah berhasil ngegombal dan ber making love gombal, Andri berhasil meyakinkan bisnis dengan Nuni dan Nuni siap menyediakan uang besok sesuai permintaan Andri pada waktunya.
Sambil pulang dia nyamper beberapa orang anak buahnya dengan satu cewek agar pagi jam 3.00 pagi ada dirumahnya. Waspada dengan sliweren anak buah Rawno. Semetara Azis sudah mengerahkan teman teman nelayan mendekati kapalnya si Rawno.

Biasanya kepolisian sukar menerima laporan kehilangan keluarga kalau belum 24 jam. Sehingga Andri menunggu pagi melapor kepolisi. Ketika keluar rumah dia menyamarkan kayak perempuan dan temannya si cewe seperti dia. Mereka muter muter di kota, sambil pura pura makan akhirnya lapor polisi.
Semua sudah dijelaskan kepada polisi, polisipun bergerak cepat. Tidak ada satu jam polisi semua sudah siaga di  TKP . Tiba tiba dalam hitungan menit polisi sudah ada di kapal pesiar Rawno. Tak satu pelurupun berdentum. Sijago kanuragan tak berkutik, anak buahnya diringkus tanpa suara.
Jangan ditanya bagaimana suasana pertemuan Sinta dan Andri. Begitu nasib manusia sudah di qodarkan jauh sebelum langit dan bumi diciptakan Allah.  Hanya saja apalah artinya semua itu kalau tidak beriman, semua memburu kesenangan dunia. Padahal Nabi SAW bersabda,

Innallah qosama bainakum akhlaqokum kamaa qosama bainakum arzaqokum, wainnallahd dunya man yuhibbu wa man laa yuhibbu walaa yu'kthid diina illa liman ahabba faman faqod ahabbahu....( al hadist)


Allah membagi akhlaq kalian sebagaimana Allah membagi rejeki kalian Adapun Allah memberi dunia kepada orang yang Allah cintai dan kepada orang yang Allah tidak cintai. Allah tidak memberi agama (hidayah) kecuali kepada orang yang Allah cintai. Barangsiapa yang diberi agama oleh Allah maka sesungguhnya Allah mencintai orang tersebut...... ( Riwayat Ahmad )




Orang cenderung berdoa minta rejeki dan rejeki, sebanyak banyak, tapi sedikit sekali yang mohon akhlaqul karimah.  Padahal dunia yang diminta, dan terwujud, juga merupakan cobaan, dan aneh memang, orang menyangka bila diberi miskin adalah cobaan, kalau dikasi kaya bukan cobaan. Lebih lebih hampir orang tidak memikirkan minta agama atau hidayah Allah, padahal orang yang dikasi kepahaman agama itu artinya orang itu dicintai Allah. Sedangkan orang yang dicintai Allah , pastilah masuk dalam surga yang kekal. Lebih jauh akhirat itu ( surga) lebih bagus dan kekal. Tapi kebanyakan orang tidak perduli, hanya sedikit yang mempersungguh. Padahal umpama dia mempersungguh agamanya belum tentu dia tidak dapat kebahagian dunia.


Andri kini melankolis bernyanyi mesra , dipangkuannya istri tercinta, mohon pada Allah akan hidayahNya





bila musim bunga tiba
halamanku indah berseri
cantik bunga indah mempesona
hati riang tak terperi

bila musim gugur tiba
bunga jatuh ke bumi juga
hatiku pun hiba melihatnya
nasib bunga tiada lama

begitu juga insan
hidupnya seperti roda
tak ubahnya bak bunga
bila layu tak berharga

dari itu ingatlah bunga
kau mekar banyak yang sudi
bila layu kau tak berharga
nasib bunga tiada lama

Begitulah nasib manusia, miskin kaya raya, ibarat nasib bunga tiada lama,  tiba tiba layu ajalpun menemuinya, padahal belum mendapat hidayah Allah. Semoga menjadi bahan renungan....





































No comments:

Post a Comment